Kamis, 26 November 2020

PAI KELAS XI BAB 6 PRILAKU TAAT, KOMPETISI DALAM KEBAIKAN, DANM ETOS KERJA

 

BAB 6

PRILAKU TAAT, KOMPETISI DALAM KEBAIKAN, DANM ETOS KERJA

 

A.     PENTINGNYA TAAT KEPADA ATURAN

Taat memiliki arti tunduk (kepada Allah Swt., Rasul, Pemerintah dsb).

Aturan adalah tindakan atau perbuatan yang harus dijalankan. Aturan dibuat agar terjadi ketertiban dan ketenteraman.

Aturan yang paling tinggi adalah aturan yang dibuat oleh Allah Swt. Yaitu yang terdapat pada al-Qur’an. Sementara di bawahnya ada aturan yang dibuat oleh Nabi Muhammad Saw., yang disebut sunah atau hadits. Di bahawhnya lagi ada aturan yang dibuat oleh pemimpin, baik pemimpin pemerintah, Negara, daerah, maupun pemimpin yang lain, termasuk pemimpin sekolah dan keluarga. Sebagaimana firman Allah dalam al-Qur’an  Surah An-Nisa : 59

 


Yang artinya “ wahai orang-orang yang beriman ! taatilah Allah dan taatilah Rasul (Muhammad) dan Ulil Amri (pemegang kekuasaan) diantara kamu. Kemudian, jika kamu berbeda pendapat tentang sesuatu, maka kembalikannlah kepada Allah (al-Qur’an) dan Rasul (Sunnahnya), jika kamu beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya” (QS. An-Nisa : 59)

 

Tentang pengertian ulil amri, di bawah ini ada beberapa pendapat .

 

No

Nama Ulama

Pendapatnya

1

Abu Jafar Muhammad bin Jarir at-Thabari

Arti ulil amri adalah umara’, ahlul ‘ilmi wal fiqh (mereka yang memiliki ilmu pengetahuan akan fiqih).

2.

Al-Mawardi

Ada empat pendapat dalam mengartikan kalimat “ulil amri”, yaitu (1) umara (para pemimpin yang konotasinya adalah pemimpin masalah keduniaan), (2) ulama dan fuqaha, (3) sahabat-sahabat Rasulullah Saw, (4) dua sahabat saja, yaitu Abu Bakar dan Umar.

3

Ahmad Mustafa al-Maraghi

Bahwa ulil amri itu adalah umara, ahli hikmah, ulama, pemimpin pasukan, dan seluruh pemimpin lainnya.

Umat Islam wajib mentaati perinyah Allah dan Rasul-Nya, Umat Islam juga diperintahkan untuk menaati pemimpin. Apabila pemimpin memerintahkan kepada hal-hal baik wajib bagi kita mengikutinya, tetapi sebalikannya jika pemimpin tersebut mengajak kepada kemungkaran, wajib hukumnya untuk menolak atau tidak menaatinya.

 

 

 

B.    KOMPETISI DALAM KEBAIKAN

 


Kandungan ayat QS. Al-Maidah : 48 adalah bahwa Allah Swt. Memerintahkan kepada umat Islam untuk berlomba-lomba dalam kebaikan.

Mengapa kita diperintahkan untuk berlomba-lomba dalam kebaikan ?

Pertama : bahwa melakukan kebaikan tidak bisa ditunda-tunda, dan harus segera dikerjakan

Kedua: untuk berbuat baik hendaknya saling memotivasi dan saling tolong menolong, oleh karena itu, kita berkolaborasi atau kerja sama.

Ketiga, bahwa kesigapan melakukan kebaikan harus didukung dengan kesungguhan.

 

C.    ETOS KERJA

 

Seorang muslim haruslah menyeimbangkan antara kepentingan duni adan akhirat. Dalam al-qur’an maupun hadits ditemukan banyak literature yang memerintahkan seorang muslim untuk bekerja dalam rangka memnuhi dan melengkapi kebutuhan duniawinya dalam QS at-Taubah;105



Artinya “dan katakannlah,”bekerjalah kamu, maka Allah akan melihat pekerjaanmu, begitu juga rasul-Nya dan orang-orang mukmin, dan kamu akan dikembalikan kepada ( Allah) yang maha mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS. At-Taubah:105)

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar