BAB 6
PRILAKU TAAT, KOMPETISI
DALAM KEBAIKAN, DANM ETOS KERJA
A.
PENTINGNYA
TAAT KEPADA ATURAN
Taat
memiliki arti tunduk (kepada Allah Swt., Rasul, Pemerintah dsb).
Aturan
adalah tindakan atau perbuatan yang harus dijalankan. Aturan dibuat agar
terjadi ketertiban dan ketenteraman.
Aturan
yang paling tinggi adalah aturan yang dibuat oleh Allah Swt. Yaitu yang
terdapat pada al-Qur’an. Sementara di bawahnya ada aturan yang dibuat oleh Nabi
Muhammad Saw., yang disebut sunah atau hadits. Di bahawhnya lagi ada aturan
yang dibuat oleh pemimpin, baik pemimpin pemerintah, Negara, daerah, maupun
pemimpin yang lain, termasuk pemimpin sekolah dan keluarga. Sebagaimana firman
Allah dalam al-Qur’an Surah An-Nisa : 59
Yang
artinya “ wahai orang-orang yang beriman ! taatilah Allah dan taatilah Rasul
(Muhammad) dan Ulil Amri (pemegang kekuasaan) diantara kamu. Kemudian, jika
kamu berbeda pendapat tentang sesuatu, maka kembalikannlah kepada Allah (al-Qur’an)
dan Rasul (Sunnahnya), jika kamu beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian
itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya” (QS. An-Nisa : 59)
Tentang
pengertian ulil amri, di bawah ini ada beberapa pendapat .
|
No |
Nama
Ulama |
Pendapatnya |
|
1 |
Abu
Jafar Muhammad bin Jarir at-Thabari |
Arti
ulil amri adalah umara’, ahlul ‘ilmi wal fiqh (mereka yang memiliki ilmu
pengetahuan akan fiqih). |
|
2.
|
Al-Mawardi |
Ada
empat pendapat dalam mengartikan kalimat “ulil amri”, yaitu (1) umara (para
pemimpin yang konotasinya adalah pemimpin masalah keduniaan), (2) ulama dan
fuqaha, (3) sahabat-sahabat Rasulullah Saw, (4) dua sahabat saja, yaitu Abu
Bakar dan Umar. |
|
3 |
Ahmad
Mustafa al-Maraghi |
Bahwa
ulil amri itu adalah umara, ahli hikmah, ulama, pemimpin pasukan, dan seluruh
pemimpin lainnya. |
Umat
Islam wajib mentaati perinyah Allah dan Rasul-Nya, Umat Islam juga
diperintahkan untuk menaati pemimpin. Apabila pemimpin memerintahkan kepada
hal-hal baik wajib bagi kita mengikutinya, tetapi sebalikannya jika pemimpin
tersebut mengajak kepada kemungkaran, wajib hukumnya untuk menolak atau tidak
menaatinya.
B. KOMPETISI
DALAM KEBAIKAN
Kandungan ayat QS. Al-Maidah
: 48 adalah bahwa Allah Swt. Memerintahkan kepada umat Islam untuk
berlomba-lomba dalam kebaikan.
Mengapa kita diperintahkan untuk berlomba-lomba dalam kebaikan ?
Pertama : bahwa melakukan kebaikan tidak bisa ditunda-tunda, dan
harus segera dikerjakan
Kedua: untuk berbuat baik hendaknya saling memotivasi dan saling
tolong menolong, oleh karena itu, kita berkolaborasi atau kerja sama.
Ketiga, bahwa kesigapan melakukan kebaikan harus didukung dengan
kesungguhan.
C. ETOS
KERJA
Seorang muslim haruslah menyeimbangkan antara
kepentingan duni adan akhirat. Dalam al-qur’an maupun hadits ditemukan banyak literature
yang memerintahkan seorang muslim untuk bekerja dalam rangka memnuhi dan
melengkapi kebutuhan duniawinya dalam QS at-Taubah;105
Artinya “dan katakannlah,”bekerjalah kamu, maka
Allah akan melihat pekerjaanmu, begitu juga rasul-Nya dan orang-orang mukmin,
dan kamu akan dikembalikan kepada ( Allah) yang maha mengetahui yang gaib dan
yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.”
(QS. At-Taubah:105)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar